Watch out

Watch out

Home Sweet Home

Rumah, omah, griya, house, home, sangkar, kandang, tempat dimana kita menuju pulang...

Orang-orang arsitek bilang kalau rumah merupakan sebuah ruang atau ruang-ruang yang sesuai dengan kepribadian pemiliknya, sehingga pemilik atau pengguna dapat menyatu (berfusion) dengan kondisi rumahnya. Dengan mencerminkan pribadi penggunanya maka sebuah rumah dapat berbeda satu dengan lainnya (nggak seperti perumahan) sehingga pengguna dapat menjadikannya sebagai identitas dan membanggakan rumahnya (bila bagus). Tapi tren arsitektur yang berkembang dan semakin mengglobalnya dunia ini termasuk arsitektur membuat banyak rumah yang kehilangan ciri khas nya. Mungkin memang lebih terasa bagaimana ciri khas arsiteknya dalam merancang sebuah rumah, namun hal tersebut tetap memperhatikan bagaimana karakteristik si empunya rumah. Akan tetapi arsitek sekarang juga lebih memilih kemudahan desain dengan mencomot tren yang sedang beredar sehingga sekali lagi karakteristik itu hilang.
Selain karakteristik adapula kesan ruang yang ingin ditampilkan bila joglo mempunyai "senthong" yang akan membuat semua orang khidmat, adem dll maka ruang dalam arsitektur yang ada sekarang juga memperhatikan itu cuman bedanya sekarang dipermudah dengan material yang notabene harganya sangat mahal, namun dengan permainan bukaan (cahaya dan angin) yang kreatif juga akan dapat memicu indera kita untuk merasakan rasa apa yang akan diwujudkan dalam ruangan tersebut.















Sejatinya bila menilik perbedaan kata mulai dari griya hingga kandang maka yang terlintas adalah perbedaan status, mulai berduit sampai miskin dan manusia hingga binatang... namun bukankah dunia ini adalah rumah kita bersama (saya belum mau mati, jadi bicara yang terlihat dulu saja.. hehehe) tempat kita bersosialisasi baik dengan manusia ataupun hewan dan tumbuhan... tempat kita melepas penat ya alam terbuka... bukankah hanya kita saja yang membatasi bahwa rumah itu hanya kavling 10x10 m2 yang bersertifikat hak milik kita, padahal anda bebas saja pergi kemanapun anda inginkan sebagai tempat anda pulang, mulai ujung kutub hingga padang gurun. Hanya karena wilayah tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga membuat orang-orang berusaha mengakui kepemilikannya.. hanya karena ekonomi dunia ini tidak lagi bisa menjadi tempat tinggal kita... Jadi dimana rumah kita?? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar