Otak ini kembali berputar dan berpikir terbalik-balik ketika untuk kesekian kalinya dalam beberapa periode ini keluarga besar orang tua saya berkumpul, bukan hanya untuk saling menjalin silaturahmi, bermaaf-maafan namun juga saling mengingatkan dengan cara mereka alias bercanda... dan saya juga terkena imbasnya bukan masalah pelik malahan sepele namun saking seringnya kata-kata beliau-beliau terus menggema dikepala saya.. Dari judul anda pasti sudah tau bahwa tulisan ini akan membahas rambut yang panjang alias gondrong... hahahaha...
Mereka selalu berkata bahwa ini bagian dari fashion anak pemuda, pencarian diri seorang laki-laki yang labil dan sia-sia, hingga sampai opini bahwa mesti ae arek teknik, sudah pasti salah satu identitasnya celana robek kaos oblong, jarang mandi dan gondrong.. hehehe (saya anak teknik dan saya bangga akan keteknikan saya, meskipun sedikit banyak saya seperti yang saya sebutkan sebelumnya..hahahaha).. Yah ini hanyalah masalah opini, pendapat, wejangan serambi guyon dan saya juga hanya senyam-senyum bahkan sesesaat tertawa, lebar malah.. Namun ditengah momen itu sebenarnya saya punya pendapat sendiri yang agak terbalik memang mungkin bila saya utarakan beliau-beliau akan terdiam, tertegun bahkan mungkin mengamini tindakan anda.. tapi untuk upaya menghormati beliau-beliau saya diam saya dan lebih memilih menyemangati kalian via tulisan ini untuk tetap gondrong dan berhenti gondrong pada saatnya..
Jadi pengelakan pertama adalah masalah kebebasan, teori ini sudah umum, banyak orang tua yang dulu juga mengatasnamakan kebebasan di masa muda mereka jadi mereka lebih paham. Mungkin menurut kitaini tidak lepas dari seorang individu yang idealis, tidak terikat akan suatu tatanan, sebagai pengalaman dalam mengarungi hidup ini hingga sebuah identitas diri... Tapi seperti yangsudah saya utarakan sebelumnya bahwa banyak orang tua yang memahami alasan itu dan akhirnya berujung pada kesimpulan bahwa kita ini masih labil, alay, belum berpengalaman dan lain sebagainya, sehingga dengan mentah opini anda akan terbirit-birit,kekalahan telak untuk anda karena anda masih muda dan beliau sudah tua dan pernah mengalaminya..
Namun ada alsan yang lebiih dalam lagi jika anda benar-benar mau menyelami arti hidup ini, bahwa gondrong merupakan sebuah bentuk timbal balik simbiosis terhadap tubuh kita sendiri, mutualisme tentunya..lho kok.. Iya kalau anda orang sains pasti anda paham mengenai susunan tubuh ini yang terdiri dari sel-sel yang akan terus memperbarui diri dan tumbuh guna menunjang kehidupan tubuh ini.. Mungkin dengan memanjangkan bagian-bagian tertentu seperti rambut (bukan yang lain, dasar otek ngeres.. hahahaha) merupakan sebuah rasa terimakasih untuk sel-sel tersebut dalam menjaga kehidupan kita.. Sel-sel itu bekerja keras berupaya untuk kita agar dapat hidup lama didunia ini sehingga menurut saya nggak ada salahnya bagi mereka untuk menikmati hidup mereka lebih lama sebelum akhirnya dipotong dan tidak dapat tumbuh lagi.. Lebih dalam lagi bagi anda yang muslim anda tentu mengerti bahwa setiap makhluk hidup hingga sel terkecil yang ada didunia ini berdzikir kepada Allah SWT termasuk sel-sel dalam tubuh kita (nah lho..) Jadi mitokondria, nukleus, ribosom, badan golgi, valkuola dan lain-lain sebenarnya punya hak untuk hidup dan mengagungkan Allah SWT dan dengan memotong rambut berarti kita sudah menghilangkan hak sel kita untuk hidup dan berdzikir kepada Tuhan disamping terus menunutut kewajiban mereka untuk menjaga kelangsungan tubuh ini. Apa anda tidak merasa rugi, menghilangkan sekian ribu sel yang berdzikir unutk anda?? atau bahkan apa anda tidak merasa berdosa, meskipun anda tidak butuh dzikir sel itu tapi anda menyuruh sel itu untuk berhenti mengagungkan-Nya?? Jahat kan anda, mungkin lebih jahat lagi beliau-beliau yang menyuruh kita memotong rambut (hehehehe.. maaf budhe, pakdhe, paklik, bulik dan orang tua saya...) Sehingga menurut saya pribadi nggak ada salahya membiarkan sel-sel itu tumbuh sedikit lebih bebas meskipun tampak saya kelihatan rungsep, awut-awutan namun bukan masalah bagaimana saya dilihat orang lain, tapi apa yang saya bisa berikan meskipun kepada titik terkecil dalam tubuh saya..
Namun pada akhirnya ada saat kita harus kembali memotong hak mereka karena merugikan banyak pihak dari luar (orang-orang sekitar) dan hanya anda yang tau kapan saatnya.. Jadi menurut saya gondrong itu sebuah bentuk rasa syukur dan simbiosis bukan saya pemilik tubuh ini jadi dengan seenaknya saya mengatur bagaimana saya terlihat namun saya juga harus mengerti kebutuhan organ hingga sel-sel saya dengan mendalami ke dalam tubuh ini maka dengan dmikian akan muncul hal-hal mengejutkan dan menakjubkan yang saya rasa tidak anda pikirkan sebelumnya..
Jadi HIDUP GONDRONG tapi bukan gondrong alai karena saya akan tersakiti jika alasan ini digunakan mereka yang gondrong dengan mengikuti tren, apapun trennya.. ini hanya untuk mereka yang gondrong alamidan nggak neko-neko..so..
#whatareyousoscaredof?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar