Watch out

Watch out

Islam dan Indonesia (part 2)

Sinetron, film, dokumenter itu sebuah penggambaran tentang keadaan masyarakat. Bisa saja itu memang nyata terjadi di masyarakat dengan penambahan bumbu-bumbu penyedap rasa ataupun hanya sebuah langkah imajinasi visioner orang-orang dibelakang layar. Satu hal yang saya heran adalah sinetron religi yang kini sedang marak mulai dari ppt (para pencari Tuhan) hingga sekarang saya tidak lagi hafal, itu menceritakan bagaimana keadaan-keadaan masyarakat dalam kaitannya dengan religi dan terutama memang yang diangkat bernafaskan Islam. 

Sebelum masuk ke adegan ada baiknya kita melihat jam siar sineton-sinetron yang ada... banyak ang ditayangkan ketika sahur.. lebih banyak lagi yang ditayangkan ketika terawih. Memang jam-jam ini merupakan jam favorit dengan rating yang tinggi namun apa nggak ada toleransi? masak kalian nggak kenal orang Indonesia?? Sehabis berbuka dan kekenyangan maka orang-orang akan malas ke masjid, mending liat sinetron saja daripada ke Masjid.. nah lho.. 
Dan ini yang menarik didalam Islam sendiri yang namanya hubungan antar individu (manusia) terlebih berlainan jenis itu sebenarnya sangat ketat, Mungkin bisa dilihat sendiri di Al-Quran dan Hadist. Sewajarnya saja kita diharuskan menikah/bertunangan untuk bisa saling memegang ataupun melihat antar mata dan hal itu tidak terjadi pada pemeran sinetron-sinetron itu. Mungkin menurut mereka untuk membuat sebuah sandiwara yang baik dan memberikan teladan harus senyata mungkin sesuai dengan kehidupan masyrakat aslinya sehingga banyak hal yang berkaitan dengan syariat harus dikepras dan dibiarkan saja lewat.... contohnya.. scene-scene yang memperlihatkan kehidupan sepasang suami istri yang tidur bersama, ataupun kecupan dikening.. meskipun tidak bersentuhan atau minin pergesekan apa memang hal tersebut patut disiarkan oleh sinetron religi. Jika banyak orang menangkap bahwa kehidupan suami istri yang baik seperti itu, saya menganggapnya tidak demikian.. Itu mungkin sudah termasuk hal buruk yang dilakukan dua individu tadi terlepas dari sandiwara yang mereka lakukan, mungkin itu sudah melanggar syariat agama dan lagi kehidupan suami istri seharusnya lebih dari itu... bila saja mereka bisa memperlihatkan hal-hal itu, pasti mereka akan lebih bermasalah lagi...

Setelah sinetron sekarang saya kembali terpikirkan tentang hari raya idul fitri.. Hemmm.. Yah menurut banyak orang hari suci itu harus dirayakan dengan berbagai macam hal yang baru.. baju, celana, sepatu sandal baru.. kue baru, mobil baru, dan hal-hal yang berbau dunia baru lainnya.. dan parahnya itu harus baru.. ini yang menurut saya hidup hedon yang sebenarnya dalam satu hari, bagi kalian orang kaya mungkin itu biasa namun bagaimana untuk buruh dan profesi setara lainnya.. Mereka mungkin puas, mereka mungkin tersenyum bahagia dengan berbagai perlengkapan barunya dapat bertemu sanak keluarga dengan pede karena terlihat mempunyai martabat yang lebih tinggi tentunya.. Namun yang perlu diperhatikan oleh mereka kaum hedon sehari ini adalah mereka menghabiskan jerih payah mereka satu tahun hanya demi gengsi (semoga semuanya tidak seperti itu) mungkin niat baiknya adalah memuliakan hari yang fitri ini namun efeknya apa..mungki gunjingan, omongan lewat belakang dan lain sebagainya menjadi bumbu di hari yang fitri ini.. Dan sepertinya terlihat bahwa ada pergeseran makna Idul Fitri dari terlahir sebagai indvidu yang baru menjadi terlahir sebagai individu dengan berbagai tempelan yang baru tapi dalamnya (hatinya) sama saja...Jadi tetap menjadi orang yang sederhana, nggak usah ikut-ikutan hidup hedon sehari, mungkin nggak ada masalahkalau niatnya memang memuliakan hari raya, namun dengan embel-embel yang lainnya saya rasa sebaiknya anda menydaho kepura-puraan itu.. karena mungkin akan sakit semua nantinya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar