Watch out

Watch out

RI "Remaja Indonesia"

Ini hanya perasaan saya atau anda juga mungkin anda juga merasakan bahwa remaja Indonesia itu berlebihan. Kalo yang anda maksud itu adalah alay ataupun narsis saya bilang bukan itu, kerena bukan berlebihan seperti itu yang saya maksud, tapi saya juga tidak memungkiri bahwa tidak sedikit juga remaja kita yang seperti itu entah karena kekejaman zaman, lingkungannya ataupun memang kepriabadiaanya seperti itu. Namun kembali ke topik bahwa berlebihan yang saya maksud adalah mereka suka memboomingkan sesuatu ya yang padahal seperti itu-itu saja, kurang ada yang menarik dari hal tersebut namun bagi mereka itu adalah sesuatu yang bahkan melebihi harga diri mereka sendiri. Mungkin itu juga bisa didefinisikan sebagai jatuh cinta yang kebablasan (entah mengapa saya suka dengan kata-kata kebablasan (hehe))
Sekarang coba anda perhatikan ketika artis (boyband dan girlband) korea mencuat mereka heboh, kemanapun topiknya artis atau aktor serta sinetron korea tak henti henti dibahas. Ada yang tidak tidur demi melihat sinetron itu (maaf bagi yang merasa, saya benar-benar tidak ingin terjadi konflik diantara kita (hehehe)) ada pula yang seluruh isi ipod, list itunes dan pemutar musik lainnya penuh dengan "fahmbabsvd" (itu seharusnya huruf korea). Ketika Gangnam Style menjadi hits di Youtube dan orang barat meliriknya remaja kita (mungkin mereka lupa kalau penduduk terbanyak masih di benua asia, dan mungkin yang mengakses youtube jg kebanyakan mereka sendiri) heboh dengan sendirinya dan menirukan gerakan itu dari pagi hingga malam dari kota hingga desa dari kalangan tinggi ke rendah. Saya juga ingat akan sebuah acara televisi dimana ketika itu presenternya dg usia 25 an sedang berada di daerah timur tengah dan meliput tarian tradisonal orang sana, dan ketika diminta menari bersama tentu saja presenter tersebut bingung dan akhirnya gangnam style menjadi pilihan dan diajarkan ke para penari timur tengah itu. Pertanyaan saya kenapa nggak remo atau kecak atau tari piring atau apalah kenapa harus gangnam style??

Banyak  yang bilang bahwa remaja adalah saat manusia menjadi labil, gampang terpengaruh, apa yang dia lihat itu yang dia lakukan (masak nggak punya otak untuk memahami, kenapa ini, itu??) Mungkin keeksisan dan agar supaya dibilang ter-update, ter-mengerti, ter-nomor satu lah membutakan otak dan hati mereka untuk menelaah. Atau mungkin agar menjadi seseorang yang populer dikalangannya dimana selalu update dengan berita-berita selebritas yang hiruk pikuk atau mungkin tuntutan profesi sebagai seseorang yang cetar membahana, badai, ombak, danau apalah itu. Namun kembali ada pertanyaan kenapa mereka woow dengan berita-berita seperti itu namun tidak dengan berita-berita tentang pemindahan ibu kota, korupsi nazar, angelina dll. Kemana remaja Indonesia saat negara ini membutuhkan pemikiran luar biasa mereka?? "Beri aku 10 Pemuda maka akan ku goncangkan dunia ini" begitulah kira-kira kata pak Karno namun sekarang mungkin lebih tepat menjadi "Beri aku 10 Pemuda maka akan ku goyangkan dunia ini" (goyang itik, goyang pinguin, goyang domba garut, goyang keong dll)(maaf benar2 minta maaf)
Mohon maaf bila apa yang saya tulis diatas menyinggung anda, ini cuma hasil pengamatan saya selama ini. Saya tidak berniat menjelekkan-jelekkan saudara saya se tanah air, tapi ini lebih ke mengingatkan bahwa sebaiknya kita tidak berlebihan dan hal apapun (kaya yang berlebihan juga nggak disarankan karena kpk bakal riwa-riwi disekitar kita)(hehe).Sekali lagi Maaf dan terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar