Watch out

Watch out

Pluralisme

Sebelumnya saya pernah menelurkan sebuah keruwetan otak masalah Museum Plural, mungkin bagi banyak orang itu masalah, bagi saya itu juga masalah, tapi bukan masalah mengenai baik buruk dllsbgnya... jadi begini dasar pemikirannya.. (selain data-data temuan-temuan saya dilapangan..)..

Awalnya saya juga bertanya kenapa pluralisme itu nggak bagus (menurut banyak orang dan golongan), kenapa mereka berbondong-bondong men-judge bahwa itu nggak baik, haram, munafi, tai, kucing.. dllsbgnya.. Kenapa?? Padahal saya baca di KBBI pengertian pluralisme itu MASYARAKAT YANG MAJEMUK, jika ditelaah bisa berarti suatu kondisi masayarakat yang berbeda-beda, beda apanya?? ya beda budaya, kebiasaan,seni, bahasa, agama, keyakinan.. dll... Namun toh pe,ahaman tersebut berkembang luas nggak terkontrolmenjadi definisi-definisi baru yanng salah satunya oleh salah satu lembaga agama di Indonesia pluralisme itu diharamkan..kenapa? karena menurut definisi mereka pluralisme itu berarti sebuah paham yang menyama ratakan agama.. nah lho.. makanya haram.. karena menurut mereka agama merekalah yang paling baik.. (maaf, tapi agama mana yang nggak bilang begitu??)  Tapi mari kita analisis, kita pakai logika untuk memikirkannya dan perasaan ini untuk mengontemplasikannya...
Mari berpikir secara meluas, kita mulai dengan pancasila... dasar negara kita... yang sila pertamanya berbunyi Ketuhanan YME...Jadi inilah rumusan awal yang para tokoh-tokoh plokamator dalam mendiskripsikan keberagaman Indonesia terutamadari segi keyakinan dan agamanya..Jadi Indonesia ini butuh satu benang merah dan pengayom keberagaman keyakinan dan agama di Indonesia, sehingga terumuskan Tuhan YME... yang menurut saya dapat diartikan bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang mengakui ke-Esa-an Tuhan melalui agama-agama yang ada.. dan sejauh ini yang diakui adalah Islam, Katolik, Protestan, Hindhu, Budha, Kong Hu Cu (Kong Hu Cu resmi jadi sebuah agama di Indonesia lho melalui tap persiden Soekarno, yang dikuatkan oleh Gus Dur) Jadi Indonesia ini mengakui agama-agama yang memiliki kepercayaan akan ke-Esa-an Tuhan.. Namun Tuhan menurut agama- agama ini didefinisikan berbeda ada Tuhan Allah, Yesus, Bapa, Sang Hyang Widhi, Dewa dan beragam lagi... tapi toh tetap saja Tuhan mereka itu Esa.... Lantas hubungannya dengan pluralisme itu apa?? Jadi pengayom ataupun pemersatu Indonesia dalam hal agama adalah sila pertama tadi.. sehingga dengan demikian negara ini dan orang-orang atas seharusnya nggak bisa pilih kasih terhadap satu agama saja.. dan seperti yang dijelaskan tadi agama-agama yang lain itu intisarinya sama.. Tuhan YME..
Dari sanalah saya mencoba berpikir terbalik-balik bahwa sebenarnya pluralisme ini adalah bahasa Indonesia dalam memperlakukan /memenuhi hak-hak semua gama secara sama rata dan tidak dibeda-bedakan. Bukan berarti secara intisari semua agama sama, itu juga nggak.. itu pengakuan terhadap Tuhannya lho..(mungkin jika dibahas lebih jauh mengenai inti sari bisa ditemukan hal-hal lain dan benang merah agama-agama,Jadi Menurut saya mungkin intisarinya dalam pengakuan umatnya terhadap Tuhannya itu sama namun masalah bagaimana memperlakukan, tata cara ibadah, dll itu terkait dengan masing-masing agama... Apa Tuhan di agama2itu nggak tunggal?? nggakEsa?? nggak memiliki kekuatan yang tak terbatas?? super power.. suci..agung..) Sehingga bila anda sebagai individu memperlakukan semua agama itu sama ya terserah anda, pemikiran anda, dan agama yang anda yakini... Namun jika menilik sila pertama ini yang penting kita ini mengakui ke-Esa-an Tuhan dimana dalam mengakuinya tadi diatur dalam agama masing-masing...Perihal agama atau anda menyalahkan pluralisme itu juga ndak salah, toh menurut persepsi anda dan agama yang anda yakini, agama itu yang terbaik.. Dan kalaupun anda beragama namun tidak menganggap agama anda yang terbaik ya sebaiknya melakukan pencarian kembali berkontemplasi, barangkali Tuhan YME mau menurunkan hidayah-Nya untukmenunjukkan yang terbaik bagi anda...
Jadi kesimpulannya menurut saya bila melihat agama-agama secara lepas.. pluralisme itu nggak salah dan nggak juga bener jika pemahaman anda yang morat-marit...

Sekian
Mohon maaf bila nggak berkenan..
agama itu hubungan individu dengan Tuhannya sedikit melebar antara komunitas Tuhannya.. namun apabila antar komunitas-komunitas danindividu itu tidak dapat berdampingan dan saling menghargai ya buat apa.. coba anda pikirkan misalkan.. Tuhan anda menentukan 100 bayi lahir setiap harinya dan mati 100 tahun lagi hanya untuk dimasukkan ke neraka/tidak bisa berenkarnasi dan menderita.. ya buat apa?? sekejam itukah Tuhan anda?? jadi ayo kita saling menghargai ^^


Sayembara Ahmad Wahib 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar