Mencoba menelaah perjalanan hidup ini sekian puluh tahun dalam kaitannya dengan orang-orang disekeliling saya...
Aku (Saya)... manusia.. pria.. wanita.. subjek dari sebuah perjalanan... dan objek dari sebuah akibat..
Kamu.. manusia.. pria.. wanita.. orang terdekat saya.. sesorang yang sangat mungkin untuk melakukan sebuah kontradiksi..
Dia... manusia.. brengsek.. yang bisa membuat kamu yang putih menjadi keruh dan hitam.. disisi lain guru yang baik dalam memperlihatkan kegelapan hidup ini... objek yang baik untuk sebuah kompetisis..
Kita.. sekumpulan objek dan subjek.. petualang kehidupan yang gak suka mencoba hal-hal baru.. kadang terjerumus ke dasar jurang bersama.. kadang tertawa bersama dipuncak sebuah hirarki kehidupan..
Mereka.. komunitas.. kumpulan objek yang bisa diajak bekerjasama.. terkadang juga menjadi sebuah momok subjek yang mencacimaki untuk meningkatkan kemampuan saya dan kami ataupun dengan angkuhnya mengantar saya ke jurang yang paling dalam sebuah kehidupan...
Beliau.. suhu.. manusia.. filosofis.. memberikan dorongan untuk tetap maju..
aku bisa jadi kamu
aku atau kamu bisa saja menjadi dia
aku kamu adalah kita
kamu dan dia bisa jadi bagian dari mereka
kita akan berkembang bersama dengan mereka
aku, kamu, dia, mereka pada saatnya bisa saja menjadi beliau
aku bisa jadi kamu
aku atau kamu bisa saja menjadi dia
aku kamu adalah kita
kamu dan dia bisa jadi bagian dari mereka
kita akan berkembang bersama dengan mereka
aku, kamu, dia, mereka pada saatnya bisa saja menjadi beliau
Mungkin memang sebuah pola kehidupan yang mengharuskan ada subjek dan objek.. ada baik dan buruk.. siang malam.. monodualitas yang sejak dulu kala menjadi sesuatu yang sakral bagi nenek moyang kita.. sebuah kontradiksi yang indah mengingat kedua hal tersebut berbeda namun tidak selalu bertentangan.. Perjalanan ini dimulai dari saya sebagai subjek.. pejalan kaki kehidupan yang kemudian bertemu dengan banyak hal dalam perjalanan saya.. seharusnya hidup saya ini menjadi milik saya.. semuanya yang mengalir harusnya sesuai dengan arus yang saya mainkan... namun apadaya hidup ini nggak pernah terjadi sendirian.. ada faktor eksternal dan internal yang membuat hidup ini seakan menjadi sebuah daerah pegunungan yang suatu saat harus mendaki, terperosok, jatuh kedalam jurang, bertarung dengan hewan buas dihutan dan jika beruntung dan nggak mati ditengah jalan.. maka akan dapat menikmati pluralitas alam pada sebuah puncak..
Dan katanya semua menjadi indah ketika bertemu dengan kamu.. nggak sepenuhnya benar.. karena menyatukan dua idealisme menjadi satu kesatuan itu nggak mudah.. kamu harus benar-benar manusia yang tepat untuk diajak berpetualang... menurunkan egoisme, menyelaraskan kebutuhan, mengikat kenikmatan, dan mnghujam keburukan akan menjadi hal yang sangat sulit jika terjadi sebuah kombinasi yang asal... Belum lagi datang si dia yang merasa menemukan link dengan kamu.. menjadi pahlawan kesiangan dan berusaha membabat habis saya demi sesuatu yang sebetulnya sama-sama harus diperjuangkan... kini saya sebagai subjek harus rela menjadi objek dan sedikit memperlambat perjalan hidup ini demi kamu, hingga nantinya kamu benar-benar bersedia berjalan berdampingan dan menepihkan si dia.. Pada akhirnya saya dan kamu menjadi kita dengan komunitas yang lebih banyak.. berbagi berbagai kesenangan dan kesengsaraan hidup serta mengatasinya bersama.. namun terkadang didalam kami pun terjadi sebuah konflik.. benar-benar harus dengan kepala dingin untuk dapat menyelesaikan masalah yang berakar dari dalam dan itu rumit.. perasaan menjadi hal yang dominan dan menjadikan logika otak sebagai barang basi.. yah perasaan menjadi sense yang kuat untuk menggabungkan dan menghancurkan sebuah pertalian.. Jika dipendam akan menjadi bom molotof yang nggak tau kapan meledak.. dan jika dibuka dan tanpa sepemahaman kita maka pasti berakhir disini.. lagi-lagi toleransi, saling memahami, saling memafkan, menjadi hal yang penting pada sebuah pertalian.... Disaat kita mulai usang bertemulah dengan mereka, sosok-sosok dualisme.. yang mendukung dan juga menjebloskan kita.. Sang pendukung akan bergabung dengan kita menjadi sebuah kekuatan yang padu dan si culprit akan tetap berusaha menggulingkan jiwa dan raga ini.. dengan beragam cara tentunya.. dan ketika saatnya mereka membuat kita berada di dasar yang gelap maka akan terlihat sebuah kilatan cahaya terang dari beliau yang memberikan pegangan untuk memapah kita yang terkulai.. membawa raga ini untuk kembali siap berpetualang diatas sana...
Setiap kehidupan mempunyai cerita yang berbeda.. ada banyak hal-hal tak terduga yang memutar balikkan sebuah hipotesa awal.. belum lagi ketika kita berbicara Dzat tanpa batas yang menjadi pusat kekuatan alam semesta ini.. hidup nggak akan pernah segersang padang pasir dan tidak juga seberair lautan.. padang pasir juga pernah mengalami hujan.. dan air laut juga mempunyai intensitas kadar garam yang berbeda dan tidak juga nikmat untuk selalu diminum.. selalu belajar mengenai kontradiksi monodualitas yang terjadi pada alam.. dan akhirnya anda akan paham bahwa ini bukan hanya tentang saya..
Terimakasih untuk semua teman dan sahabat, kita nggak akan pernah berhenti pada suatu titik, terus berkembang untuk menjadi lebih baik... dan orang-orang spesial yang pernah masuk dalam pencarian saya, selaras tidak dapat diiyakan dengan mudah... juga untuk dia sebagai rival yang memoles daya saing saya.. serta mereka yang tak hentinya "memberitahu" kekurangan saya dan tentu saja saya akan belajar dari sana... Tak lupa untuk beliau.. yang sudah lagi tidak bisa diucapkan lagi berbagai konstribusinya dalam hidup saya...
Terimakasih untuk semua teman dan sahabat, kita nggak akan pernah berhenti pada suatu titik, terus berkembang untuk menjadi lebih baik... dan orang-orang spesial yang pernah masuk dalam pencarian saya, selaras tidak dapat diiyakan dengan mudah... juga untuk dia sebagai rival yang memoles daya saing saya.. serta mereka yang tak hentinya "memberitahu" kekurangan saya dan tentu saja saya akan belajar dari sana... Tak lupa untuk beliau.. yang sudah lagi tidak bisa diucapkan lagi berbagai konstribusinya dalam hidup saya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar