Stand up comedy.. sebuah gaya ngelawak baru yang berupa monolog seorang "komik" di hadapan khalayak ramai.. Awalnya saya kurang tertarik karena banyak story telling yang garing dan tidak jelas.. ditambah lagi ketika melihat sebuah acara kartun spongebob squarepants dimana ada sebuah episode tentang stand up comedy yang menceritakan si spons kebingungan mencari tema baru karena temanya garing.. lalu setelah celingak-celinguk ke arah penonton dia mendapati sahabat tupainya sandy yang memberikan semangat kepadanya.. namun bukan itu yang menjadi fokusnya.. dia malah melihat gigi tupai yang nongol besar-besar dan menjadikannya bahan olok-olokan dan itu sukses membuat audiens tertawa.. dan selanjutnya keluarlah olok-olokan lain tentang tupai tersebut yang akhirnya menjadikan si spons terkenal bukan main.. Dan hal tersebut berlanjut pada hari-hari selanjutnya yang membuat si spons luar biasa beken dan menjadikan tupai olok-olokan warga dalam kehidupan sehari-harinya oleh masyarakat.. Terlepas dari cerita bahwa tupai itu yang hidup di dalam laut (ngapain coba tupai hidup di dalam laut??) tupai tersebut dikenal dengan kecerdasannya yang luar biasa dan setingkat professor di dunia nyata.. Lalu tupai merasa terusik kehidupannya dan mencoba menyadarkan si spons yang sudah mabuk dengan ketenaran yang tidak menganggap ada masalah dengan sahabatnya tersebut. Maka diundanglah si spons ke rumah kacanya dan dengan cara yang ampuh si tupai berpura-pura menjadi bodoh dan tolol seperti yang selama ini dibicarakan si spons pada saat dia stand up.. dengan berbagai "kebodohannya" (dalam hal ini berarti kepintaran si tupai) dia berhasil membuat spons sadar dan berjanji untuk menjadikan si tupai sebagai bahan olok-olokannya lagi.. dan dengan sedikit kepintarannya si spons akhirnya dia mengangkat tema ikan (dalam hal ini berarti masyarakat mayoritas) sebagai tema stand upnya dan akhirnya sekali lagi dia berhasil...
Hal yang perlu dicermati dari cerita diatas adalah
tupai sebagai minoritas yang terinjak oleh mayoritas akibat stand up.. padahal dia pintar luar biasa..
si spons (komika) menjadikan teman, sahabat dan orang-orang terdekatnya (mungkin ibu-bapaknya) sebagai bahan lawakan dan terkadang si komika (spons) tidak mengerti sejauh mana teman-temannya merasa tersakiti olehnya..
Sehingga dengan demikian anggapan awal saya bahwa dalam kebudayaan kita (timur) itu sama saja menghina, dan tidak punya tata krama.. orang tua dijadiin mainan anaknya.. wew.. meskipun hanya bercanda.. (yang ada sebenarnya orang tua itu tersenyum dan tertawa pahit melihat kesuksesan anaknya harus dengan mengolok-olok orang tuanya.. miris nggak sih?? tapi namanya orang tua ya pasti mendukung anaknya agar sukses dan mencoba tertawa bersama-sama anaknya bukan?? Hebat sekali orang tua komika yang dijadiin bahan itu ya.. (give some applause for them..)) Jadi pada awalnya saya benar-benar merasa risih ketika melihat stand up terlebih yang dijadikan materi adalah orang-orang terdekatnya.. Anda melukainya.. dan anda sadar.. dan anda tidak mengakuinya.. karena anda ingin terkenal.. dan dia hanya ketawa-ketiwi.. menahan sakitnya..
Terlepas dari modernisasi jaman yang mulai mengikis rasa tenggang rasa, tata krama, kesetiakawanan.. sesakan hal-hal seperti itu dianggap biasa meskipun terhadap orang yang lebih tua menjadikan saya mengambil kesimpulan pada waktu itu bahwa stand up adalah acara nggak bener..
Lambat laun.. karena teman-teman semakin sering membicarakan dan streaming SUCI.. juga ditambah branding unik beberapa acara stand up comedy seperti oleh Mas Pandji Pragi....... dengan judul mesakke bangsaku (maaf kalo salah om.. saya pelupa :)) saya kembali melihat Stand up.. diawali ketertarikan dari gaya pembawaan Ge Pamungkas yang unik.. hingga gaya satir abdur tentang ketimuran bangsa kita, ada juga dodit dengan biolanya dan dzawin dengan pesantrennya di SUCI 4.. Saya tertawa.. karena mereka cerdas.. (mungkin mereka beberapa contoh dari sekian banyak yang sudah merevolusi temanya).. Terutama Abdur.. apa yang mereka tertawakan adalah kebodohan bangsa ini yang seharusnya menjadikan kita sadar.. meskipun masih tetap merasa miris, namun bukan miris yang seperti sebelumnya.. kemirisan ini sebuah kemirisan yang mengharuskan kita untuk cepat berbenah.. mereka menguliti kesalahan, keterbelakangan, kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang dari bangsa ini kepada bangsa ini sendiri.. Sungguh cara yang luar biasa untuk membuat kita sadar akan berbagai kekurangan kita.. Semakin salut untuk mereka yang terus berusaha menyadarkan bangsa yang sedang tertidur ini.. bangsa yang sebenarnya tahu bahwa bangsa yang lain sudah berrlari sangat jauh dan kita masih berusaha untuk melangkah.. bahwa bagsa lain sudah menaiki jet sedangkan kita msaih berkutat dengan bajaj.. bahwa bangsa lain sudah mau mencaplok kita dan kita hanya diam.. menunggu.. entah apa yang ditunggu..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar