Watch out

Watch out

Rok

Ini adalah percakapan seorang pria dan wanita.. mereka mengobrol tentang banyak hal, berseloroh ceplas-ceplos selayaknya sahabat, meledek, mengolok-olok seakan musuh bebuyutan, bijaksana memberikan saran selayaknya seorang dewasa, "menggelendot" layaknya seorang anak kecil, tertawa bersama ... yah sahabat.. tempat dimana seharusnya tidak ada kepura-puraan... Kali ini mereka bercuap-cuap mengenai kriteria pasangan masing-masing...

Maya: Ngomongin masalah pasangan nih, kayak gimana sih pasangan ideal mu?
Angga: Nggak muluk-muluk sih.. Selain standarnya seorang wanita idaman pria yang cantik, periang, dll aku bakal cari cewek yang seneng pake rok..
Maya: wew.. mesum...
Angga: Nggak lah.. Tanya dong alasannya..
Maya: Ya, Cowok kalo seneng liat cewek pake rok pasti pikirannya mesum.. belum lagi yang mini-mini gitu..
Angga: Sebenarnya itu kan pilihan si cewek mau pakek rok yang kayak bagaimana.. Cuman cewek yang pakek rok yang bener (bukan yang mini-mini) itu orangnya berkarakter..
Maya: Hemmm... Go on..
Angga: Iya, dengan pakek rok dia itu orang yang bisa jaga diri, bukan seseorang yang asal praktis, terlebih dia pasti feminim dan wanita. lebih.
Maya: Deduksimu nggak beralasan.. Itu cuman ngeles aja kan..
Angga: Hahaha.. Jadi gini..Pertama dia orangnya bisa jaga diri.. Kamu pemakai rok tau kan kalo pakek rok itu ribet, sehingga perlu kewaspadaan yang ekstra.. Takut kena angin lah, takut duduk nggak bener trus keliatan, takut-takut yang lain... sehingga dia harus dengan sadar atas semua yang dilakukannya.. Dia juga harus waspada dengan situasi kondisi sekitarnya..
Maya: Ooooohhh... Jadi bukan jaga diri berkelahi..
Angga: Nggak usah lah, kan dia punya aku didekatnya kalo masalah berkelahi
Maya: Iya, tapi kan ribet kalo kesana kemari pakek rok.. seperti katamu tadi.. takut inilah-itulah.. jadi g bisa pewe..
Angga: Bener itu.. emang itu yang jadi alasan kedua.. Jadi dia nggak asal praktis.. Dibandingkan pakek celana-celana panjang, rok seharusnya emang ribet sehingga bisa dikatakan dia mau bersusah-susah demi bagaimana perspektif mata orang melihatnya.
Maya: Don't judge the book by the cover.. Memakai rok belum tentu mewakili seperti apa yang kamu katakan.... Kamu nggak tau banyak pecinta JKT 48 yang tampangnya serem2??
Angga: Iya sih, bener tapi orang itu bisa diraba dalemannya lewat bagaimana dia terlihat bukan? (daleman mana ini.. hahaha) Jadi setidaknya bisa dipersepsikan bagaimana sifatnya melalui bagaimana dia berpenampilan kan.. khusus mereka yang "berbeda" itu gimana ya.. meskipun persepsi kita salah kan, kita tetep melihat covernya dan mengatakan bahwa itu keunikan dan keistimewaan mereka..
Maya: Hmmm... Iya bener, mungkin itu menjadi hal kecil dalam diri mereka dan nggak dominan kan.. atau sebaliknya kan... hayoo..
Angga: iya memang, dominan-resesif itu kan dalemannya, ya mungkin harus mengenal lebih jauh... Kembali ke konteks Jadi kalo dia mau bersusah-susah pakai rok mungkin saja dia orangnya nggak asal.. Kita nggak membicarakan model modis lho ya... Dengan demikian dia bukan seseorang yang suka akan kepraktisan... Bukan maksud mempersulit diri.. namun ya.. kepraktisan membuat banyak orang lupa apa yang namanya usaha, kerja keras.
Maya: Ah nggak nyambung lah.. itu juga kan berhubungan dengan nyaman tidaknya si cewek itu memakai rok atau celana..
Angga: Memang sih, nyaman itu yang utama..
Maya: Makanya itu nggak banyak cewek sekarang pake rok..
Angga: Makanya itu juga, mereka yang masih suka pake rok itu berarti mereka yang terpilih doang, sadar, waras... hahahaha
Maya: Aku nggak dong
Angga: Hahaha... Yang terakhir cewek yang pakai rok pasti kelihatan lebih feminim.. dan dia benar-benar wanita itu nilai lebihnya...
Maya: Dan yang harus kamu tau masalah cewek pake rok ini hanya masalah persepsi.. persepsi mu.. belum tentu cowok lain kayak imajinasimu yang nggak jelas itu..
Angga: Yaaa... Hahahah... Mau kamu jadi cewek itu??
Maya: Dan harus pakek rok kemana-mana??
Angga: Bisa jadi
Maya: Hahaha.. Aku bukan seseorang yang bisa terus waspada, menjaga bagaimana aku harus bersikap..
Angga: Kan ada aku...
Maya: Kamu?? Cowok imajinatif yang nggak peduli sama keadaan sekitar... cowok jelek yang nggak tau kapan harus potong rambut, kumis, jambang?? Cowok ........ geblek yang nggak lulus-lulus kuliah... hahaha
Angga: Wah menusuk.. tapi kan justru karena kamu aku nggak lulus ini
Maya: Maksudnya? Aku menghambat kamu? Aku jadi kerikil kecil yang menusuk-nusuk ujung kakimu sehingga buat jalan pun kamu susah..
Angga: Yup.. Tapi bukan di kaki.. di hati ini... wkwkwkwkwk
Maya: Usshhhhh... gombal...
Angga: Yaahh.. tapi semua itu pilihan, rok hanya sebuah visualisasi bagaimana seharusnya seorang wanita bersikap.. Semuanya dikembalikan ke setiap individu wanita untuk kembali menunjukkan jati dirinya dan bagaimana seharusnya seorang ibu bila mereka punya anak nantinya..
Maya: Iya.. kamu nggak salah cuman nggak terlalu benar juga.. setiap individu wanita pasti bisa mikir kok mana yang terbaik buatnya.. Nggak ada salahnya juga seorang ibu menggunakan celana ketika mengurus anaknya.. semua itu supaya semua dapat berjalan dengan lebih baik dan lancar ketika berkativitas.. Yang kamu omongin tadi memang cermin bagaimana seharusnya seorang wanita.. namun jika apa yang dikenakannya tidak dapat mendukung berbagai macam aktivitasnya yaa.. hendaknya menyesuaikan lagi dalam situasi dan kondisinya..
Angga: Yaa.. ini kan memang hanya keinginanku yang ingin melihat kalian para cewek kembali seutuhnya.. nggak lebih.. dan jika memang harus menyesuaikan kondisi sih nggak ada masalah dari aku.. hahahaha..



Nb: Rok sesuah tanda visual yang menunjukkan dia wanita.. sebuah pendapat umum yang mengatakan bahwa dia (yang memakainya)
adalah seorang penganut feminimism, ibu dari anak-anaknya.. Sebuah simbolisasi pembatas gender yang tidak dapat dikalahkan oleh setiap pria pengagum wanita..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar