Watch out

Watch out

Hujan (a story..)


Titik air yang jatuh dari kekalutan awan yang tidak lagi putih
Hitam awan mengingatkanku pada kegelapan yang menyertai kesendirian diri ini
Kegelapan sempurna untuk individu yang tidak lagi mengenal berkas cahaya


Awan berarak, bertumbukan satu dengan lainya menghasilkan kilatan cahaya yang menjalar.. menancap jatuh ke permukaan bumi..
Seketika aku terkesima, milyaran partikel itu berkelebat membentuk sebuah jalaran vertikal yang menyiratkan cahaya.. sekejap menerangi langit dan bumi. Indah kubilang.. mengingat kekelaman yang sedang berlangsungmenyelimuti dunia dan juga diri ini
Ketakjuban itu tidak berlangsung lama, tak butuh waktu lama hati ini menciut mendengar gelegar alam yang mengkerdilkan hati.
Seperti sebuah teriakan menyayat hati, teriakan alam yang mulai terlupakan


Dan kau pun datang semakin lebat, menemani kesendirian tak berpenghujung ini..


Hujan.. aku benci kau, aku benci ketika kau menyerap segala sari kehidupan.. menyuruh semesta alam untuk berhebti sejenak selagi kau melampiaskan semua hasratmu
Aku benci ketika kau menghitamkan dunia penuh warna ini, seakan keceriaan harus ditiadakan meskipun untuk sesaat
Aku benci ketika kau menyebarkan hawa dingin yang menghilangkan kehangatan tubuh.. kehangatan yang diperlukan setiap manusia untuk hidup untuk terhindar dari kesendirian ini


Sejenak aku yang duduk berteduh, berdiri dan berjalan gontai mendekati mendekatimu.. membiarkanmu tetes demi tetes menghujani setiap jengkal tubuh..
Gelap.. dingin.. sunyi.. sendiri..
Berdiam sejenak, menyerap setiap sensasi yang kau hadirkan


Hey hujan.. mungkinkah melalui kau aku dapat berkomunikasi dengan dia? Dia yang saat ini merasakan apa yang sedang kurasakan
Dia yang juga sendiri, kelam dan hitam seperti awanmu


Hey hujan..
Maukah kau bersahabat dengan ku? Tepatnya maukah kau menerimaku sebagai temanmu?
Aku mulai mengerti berbagai pesan yang ingin kau sampaikan.. maafkan aku yang menghujatmu, aku mengerti ketika kau turun kaulah yang menghidupkan kembali setiap intisari kehidupan. Kau revitalisasi segala kehidupan yang mengering akibat penyerapan tak kunjung henti oleh manusia

Aku juga mulai memahami kegelapanmu, monochrome indah yang kau sajikan selalu mengingatkan tentang monodualitas hitam dan putih dimana didalamnya selalu ada proses dan perjuangan untuk menjadi sebuah warna. Karena hitam dan putih adalah ilustrasi mengenai
asal usul akan setiap warna (Haha.. sungguh aneh ini bisa keluar dari mulut si monochrome kehidupan)

Kau pun tidak perlu menjelaskan bahwa setiap dingin yang dirasakan setiap manusia pasti membutuhkan kehangatan dari lingkungan sekitar, keluarga hingga orang terkasihnya.. kehangatan yang dapat menyatukan setiap hati dalam sendiri, gelap dan senyap..


Hey hujan..

Aku mau bersamamu lebih lama.. biarkan aku menggigil beku selagi kau menyampaikan pesanku ini kepadanya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar