Titik air yang jatuh dari kekalutan awan yang tidak lagi putih
Hitam awan mengingatkanku pada kegelapan yang menyertai kesendirian diri ini
Kegelapan sempurna untuk individu yang tidak lagi mengenal berkas
cahaya
Awan berarak, bertumbukan satu dengan lainya menghasilkan kilatan
cahaya yang menjalar.. menancap jatuh ke permukaan bumi..
Seketika aku terkesima, milyaran partikel itu berkelebat membentuk
sebuah jalaran vertikal yang menyiratkan cahaya.. sekejap menerangi langit dan
bumi. Indah kubilang.. mengingat kekelaman yang sedang berlangsungmenyelimuti
dunia dan juga diri ini
Ketakjuban itu tidak berlangsung lama, tak butuh waktu lama hati ini
menciut mendengar gelegar alam yang mengkerdilkan hati.
Seperti sebuah teriakan menyayat hati, teriakan alam yang mulai
terlupakan
Dan kau pun datang semakin lebat, menemani kesendirian tak
berpenghujung ini..
Hujan.. aku benci kau, aku benci ketika kau menyerap segala sari
kehidupan.. menyuruh semesta alam untuk berhebti sejenak selagi kau
melampiaskan semua hasratmu
Aku benci ketika kau menghitamkan dunia penuh warna ini, seakan
keceriaan harus ditiadakan meskipun untuk sesaat
Aku benci ketika kau menyebarkan hawa dingin yang menghilangkan
kehangatan tubuh.. kehangatan yang diperlukan setiap manusia untuk hidup untuk
terhindar dari kesendirian ini
Sejenak aku yang duduk berteduh, berdiri dan berjalan gontai mendekati
mendekatimu.. membiarkanmu tetes demi tetes menghujani setiap jengkal tubuh..
Gelap.. dingin.. sunyi.. sendiri..
Berdiam sejenak, menyerap setiap sensasi yang kau hadirkan
Hey hujan.. mungkinkah melalui kau aku dapat berkomunikasi dengan dia?
Dia yang saat ini merasakan apa yang sedang kurasakan
Dia yang juga sendiri, kelam dan hitam seperti awanmu
Hey hujan..
Maukah kau bersahabat dengan ku? Tepatnya maukah kau menerimaku sebagai
temanmu?
Aku mulai mengerti berbagai pesan yang ingin kau sampaikan.. maafkan
aku yang menghujatmu, aku mengerti ketika kau turun kaulah yang menghidupkan
kembali setiap intisari kehidupan. Kau revitalisasi segala kehidupan yang
mengering akibat penyerapan tak kunjung henti oleh manusia
Aku juga mulai memahami kegelapanmu, monochrome indah yang kau sajikan
selalu mengingatkan tentang monodualitas hitam dan putih dimana didalamnya
selalu ada proses dan perjuangan untuk menjadi sebuah warna. Karena hitam dan
putih adalah ilustrasi mengenai
asal usul akan setiap warna (Haha.. sungguh aneh ini bisa keluar dari
mulut si monochrome kehidupan)
Kau pun tidak perlu menjelaskan bahwa setiap dingin yang dirasakan
setiap manusia pasti membutuhkan kehangatan dari lingkungan sekitar, keluarga
hingga orang terkasihnya.. kehangatan yang dapat menyatukan setiap hati dalam
sendiri, gelap dan senyap..
Hey hujan..
Aku mau bersamamu lebih lama.. biarkan aku menggigil beku selagi kau
menyampaikan pesanku ini kepadanya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar