Watch out

Watch out

Omong Kosong

Hei kau yang disana, bagaimana kabarmu?
Harapku kau selalu baik, baik untuk dirimu sendiri juga orang disekelilingmu yang senantiasa menunggu senyuman manismu dengan raut bersahabat mereka..

Hmm..
Melihatmu dari jauh memang tempat terbaik, tanpa berusaha mencapaimu, memberikan batas yang jelas bahwa aku tidak ada dalam hidupmu, kalaupun ada mungkin hanya figuran yang melintas atau sebatas terlihat siluet punggung pada sebuah film.. hahaha.. (menyedihkan..)

Menghampirimu..
Mungkin itu sebuah mimpi yang menyebalkan, bukan karena pada akhirnya aku dapat sedikit mendekat kepadamu, namun kekalutan hati, ketidak berdayaan tubuh hingga kemacetan kata akan menjadi sebuah momen yang menghancurkan setiap meter kedekatan kita

Berbicara denganmu..
Impian semesta yang membatu pada angan-angan, keingian rasa yang bertolak belakang seraya berkata jangan.. Aku bukanlah siapa-siapa, bukan seseorang, sesuatu bahkan hanya.. sekelebat siluet..

(Semesta..
Kata yang sering terucap.. keindahan abadi
Semesta itu... Apa?)

Menantimu
Keadaan dimana kedua kutup saling beradu argumen.. kutup logika dan kutup rasa.. Logika yang menyuruh untuk segera menghilang dan rasa yang meletup untuk terus bertahan.. Hingga berakhir pada penantian.. penantian yang melelahkan, dan hanya sekedar untuk melihatmu..

Omong kosong ini haruslah segera berakhir..

Kau yang sempurna akan melihat kegelapanku..
dan aku yang hanya bisa memandangi kesempurnaanmu..

Hahaha.. Omong Kosong..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar