ArsitekTengik
Mungkin itu sebuah umpatan, mungkin itu sebuah pujian, mungkin pula itu sebuah hinaan, perendahan diri akan orang lain.. Atau apalah maknanya bagi sang pengucap.. Hanya saja biarkan julukan itu tersandang sesaat mungkin juga selama-lamanya. Tengik identik dengan bau yang tidak sedap, aroma yang dihasilkan oleh makanan basi, suatu hal yang menggambarkan bahwa makanan itu sudah "berumur" mungkin utnuk sebuah makan berumur itu berati racun, namun bagi arsitek, "umur" adalah satu hal penting yang hanya dia sendiri yang dapat meresapinya?
Okelah kita anggap itu racun, racun meresap kedalam setiap jaringan, sel, nukleus, kromoson (??) setiap mahluk hidup untuk membuatnya terluka, lalu mati.. tengik bisa membunuhmu, begitu pula seorang arsitektengik yang dapat menjomplangkan keinginan anda, membunuh setiap keinginan, menggerogoti setiap sel anda untuk tidak dapat berkata tidak padanya. Lalu jika itu pembunuhan bukan tidak mungkin si arsitektengik ditangkap polisi, namun tidak-tidak.. anggap saja dia mendapat hukuman norma dari masyarakat untuk diasingkan dan menjadi bukan seseorang, bukan bagian mereka, sesuatu yang lain, sesuatu yang hanya dilihat saja akan membuat jijik.. seperti makanan tengik.
Ya, itu lah arsitektengik dengan ide yang mungkin tidak sejalan dengan kondisi dan keinginan masyarakat. Seorang arsitek yang seharusnya terpandang, dihormati, dituruti kemauannya dengan ide-ide brilian yang mencakar langit, mencengkram bumi, mengangkangi lautan dan lain sebagainya. Otak arsitektengik tak pernah ingin seperti itu, di mulai memahami bahwa bersahabat dengan sampah adalah salah satu cara untuk bersahabat dengan bumi, dan mau tak juga harus merasakan bagaimana mnjadi sampah. Bersahabat dengan alam adalah satu-satunya cara untuk mereka tetap hidup. Namun teknologi dan penemuan abad 21 tidak pernah mengizinkan dia untuk berpihak kepada alam, karena teknologi bisa membuat alam lebih baik. Namun apa iya pikir si tengik? Memang manusia dimudahkan dengan teknologi, bahkan bisa dibilang bahwa listrik adalah salah satu sumber daya yang dominan sekelas air dan udara. Tanpa listrik?? Coba saja.. Dia pikir dia bisa keluar dari kotak, seperti mampu memberikan cahaya kepada zaman??
Back to nature, Vernakular Arsitektur dengan transformasi teknologi yang visionaris mungkin jalan keluar bagi si arsitektengik, mungkin..
Namun apa benar teknologi dan perkembangan jaman bisa disandingkan dengan tanpa hanya sekedar embel-embel. Apa bisa keduanya sejalan dan tidak bermasalah satu sama lainnya..
Ya, itu lah arsitektengik dengan ide yang mungkin tidak sejalan dengan kondisi dan keinginan masyarakat. Seorang arsitek yang seharusnya terpandang, dihormati, dituruti kemauannya dengan ide-ide brilian yang mencakar langit, mencengkram bumi, mengangkangi lautan dan lain sebagainya. Otak arsitektengik tak pernah ingin seperti itu, di mulai memahami bahwa bersahabat dengan sampah adalah salah satu cara untuk bersahabat dengan bumi, dan mau tak juga harus merasakan bagaimana mnjadi sampah. Bersahabat dengan alam adalah satu-satunya cara untuk mereka tetap hidup. Namun teknologi dan penemuan abad 21 tidak pernah mengizinkan dia untuk berpihak kepada alam, karena teknologi bisa membuat alam lebih baik. Namun apa iya pikir si tengik? Memang manusia dimudahkan dengan teknologi, bahkan bisa dibilang bahwa listrik adalah salah satu sumber daya yang dominan sekelas air dan udara. Tanpa listrik?? Coba saja.. Dia pikir dia bisa keluar dari kotak, seperti mampu memberikan cahaya kepada zaman??
Back to nature, Vernakular Arsitektur dengan transformasi teknologi yang visionaris mungkin jalan keluar bagi si arsitektengik, mungkin..
Namun apa benar teknologi dan perkembangan jaman bisa disandingkan dengan tanpa hanya sekedar embel-embel. Apa bisa keduanya sejalan dan tidak bermasalah satu sama lainnya..
.............

Tidak ada komentar:
Posting Komentar