Watch out

Watch out

Cinta itu Buta, tapi Cinta itu Tidaklah Tuli Bukan?

Aku yang ingin kau perhatikan...
Aku yang ingin selalu bisa menemanimu setiap waktu...
Aku yang berharap bisa membuatmu tersenyum, bahagia, tertawa, menyatu...
Aku yang berharap bisa menumpumu saat kau menderita, tertekan, sakit...

Sepi...sunyi...sendiri...
keheningan...kegelapan...kesengsaraan...
merenung...tersesat...kehilangan...
putih...abu-abu...hitam...
diam...putus asa...Mati

CHAPTER I: Bagaimana Kabarmu Disana?? Baik-baik saja Bukan??
Masih ingatkah kau akan semua kenangan itu, kesedihan itu, penderitaan itu, semua mimpi buruk itu?? Kini semuanya telah berakhir bersamamu tenggelam dalam perut bumi pertiwi ini. Yaa.. kau yang sudah mati dengan berbagai memori yang menjerat kita, meninggalkanku sendiri didunia ini dengan harapan sebuah senyum tulus kebahagian yang kudapat namun hanya kenangan mengiris hati ini yang kudapat.
Kau yang menerima takdir dan membawamu pada gerbang menuju dunia kekal itu tanpa memperdulikan dunia fana ini, memilih tentram selama-lamanya disana.. tanpa megerti rintihanku, ringkikanku, sendu dan tangisku disini. Aku yang takut menggapai dunia baru, terkungkung dalam masa lalu.. tanpa menemukan jalan cahaya-Nya. Ingin kususul dirimu, kucapai singgasanamu, kurbahkan semua kesedihanku padamu, namun...
Aku harus sadar dan mengerti bahwa bukan itu mamumu, bukan itu yang kau inginkan, bukan itu alasan kenapa kau harus mati dan meniggalkanku sendiri. Menurutmu.. semua demi aku, kebahagiaanku, senyumku, tawaku.. namun semua musnah dari raut wajah yang mulai kaku tanpa makna ini. Biarlah kau berbahagia bersama malaikatmu disana dan biarlah akau disini mengenang ketulusanmu, keluhuranmu, kasihmu.. demi ketenangan batin ini.. hingga saatnya nanti..

CHAPTER II: Masihkah Kau Ingat Perkataanku Dulu?
Tidak lelahkah kau berbaring disana? Tidak inginkah kau membuka matamu dan menyaksikan warna-warni dunia ini, tidak  rindukah kau dengan kicauan burung menyambut datangnya hari, tidak inginkah kau merasakan berbagai kebahagiaan didunia ini?.. Maafkan aku.. aku terbuai.. terlena oleh kebaikan dunia ini. Dunia fana ini telah menunjukkanku jalan untuk mendapatkan penggantimu… dan aku hanya mengangguk mengikuti jalan itu. Apa daya hati sekelam ini terhadap cahaya yang dia pancarkan. Ya dia, sosok yang hangat itu. Sosok yang dapat menjadi sandaranku, sosok pembimbingku, sosok tulus kasih, sosok… mu.
Dia mengajariku bagaimana untuk terus bisa hidup. Yaa hidup, hal yang sempat terhapus dari diriku. Nafas ini, raga ini, otak ini seakan mati tanpamu dan dia dengan sayapnya membumbungkanku setinggi-tingginya untuk kembali merasakan keindahan hidup ini. Kau dengan malaikatmu.. dan aku dengan malaikat berwujud manusiaku. Aku ingin merasakan kebahagiaan hidup ini sekali lagi. Maafkan aku,.. aku yang pendusta ini..

CHAPTER III: Masih Inginkah Kau Melihatku Tersenyum?
Dulu aku bahagia bersamamu, kini aku  berbahagia bersamanya. Dulu aku tertawa bersamamu kini aku tersenyum bersamanya. Dulu kita selalu berdua kini aku berdua dengannya. Aku yang sekarang tidak lagi seperti dulu, aku yang tenggelam karena kehilanganmu, kini kembali merasakan angin kehidupan. Inikah yang kau inginkan? Senyumku? Kegenitanku? Kebahagiaanku? Yaa..  bibirku memang tersenyum, tubuhku memang bersolek, sedikit hati dan pikiranku berbunga-bunga namun.. ternyata…

Aku tersenyum, aku tertawa, namun tawa ini hanyalah semu. Aku bahagia, aku gembira namun kebahagiaan ini terasa berbeda dan hambar. Dulu yang sempat berwarna-warni kembali menjadi abu-abu, bukan karena mu.. bukan karena dia tapi memang karena ketenangan batin ini hanya bersamamu, untukmu. Aku tidak peduli ketika aku tidak lagi tertawa, aku tidak peduli ketika aku tidak lagi bisa tersenyum. Yang aku inginkan hanyalah batin yang tenang. Dan dengan ketenangan batin ini aku akan bahagia, lebih bahagia daripada bersamanya. Tutuplah matamu dan kan ku  tutup hati ini sepekat itu. Kau akan sangat senang sekali melihatku tersenyum.. namun senyumku ini hanyalah untukmu.. Dan aku akan terus tersenyum dengan kesendirianku disini.. Untukmu.. Sampai akhir hayat ini..


PS:
Bukan masalah suka atau tidak tapi semua itu adalah masalah kenyamanan, ketenangan dan komitmen. Dan aku akan menjaga komitmen itu sampai akhir hidup ini.. dan yang terpenting aku bahagia dengan itu..




*Dan bila dalam suasana gelisah yang luar biasa.. bicaralah.. meskipun dia tidak mendengarkanmu tapi Dia-lah yang akan selalu mendengarkanmu..
*Gilaa.. aku nulis apaan nih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar