Ramadhan datang lagi, sudah sewajarnya bangsa ini yang notabene negara sebagai salahsatu negara dengan muslim terbesar di dunia menyambutnya dengan suka cita sepenuh hati. Islam mendarah daging di Indonesia dengan merambahnya agama tersebut kedalam kisi-kisi kehidupan bangsa ini dalam berbagai bidang, seni, budaya, sosial, ekonomi, arsitektur, politik, sampai makanan dan lain-lain sebagainya diurusi oleh MUI (bahkan kabarnya bisnis juga ada kaitannya, bisnis emas kalau tidak salah). Satu hal yang menarik adalah Islam "mengatur" banyak hal dan hal ini dijadikan sebagai salah satu cara oknum untuk mengambil sesuatu dari masyarakat melalui Islam. Islam digunakan sebagai alat untuk menunjukkan kebenaran (kebenaran yang mana?? versi oknum itu??)...
Balik lagi ke Ramadhan, Di saat suka cita ini sekali lagi umat islam di Indonesia harus dipecah belah, masalahnya kecil hanya karena NU atau Muhammadiyah dan ormas islam lainnya tidak bisa menetapkan puasa pada satu hari yang sama........ dan bisa juga ditebak kumandang takbir nantinya pun bisa saja berbeda hari......Mungkin banyak yang menganggap hal tersebut sepele namun bagai bisa bangsa ini bersatu bila mayoritas terbesarnya tidak mau bersatu... Mohon maaf sebelumnya saya mencoba mengambil contoh NU dan Muhammadiyah yang seperti minyak dan air, bumi dan langit, anjing dan kucing yang tidak bisa melakukan syariat Islam bersama-sama. Saya tidak perlu menyebutkan perbedaan apa saja, mungkin banyak yang tau dan yang paling terasa untuk saya ya saat Idhul Fitri itu sendiri.... Saya sempat jengkel ketika saya tidak bisa merayakan Idul Fitri pada hari yang sama bersama keluarga besar hanya dikarenakan perbedaan tersebut, saya juga kesal ketika disaat itu saya mendengar suara takbir namun keesokan harinya saya masih diharuskan untuk berpuasa.... Banyak orang mengatakan sebaiknya hal mengenai perbedaan puasa nggak usah dipermasalahkan wong berbeda itu indah... dan menurut saya perbedaan dalam Islam itu sendiri yang nantinya mengantar kita semakin dekat dengan kiamat... Mungkin Al-Quran tidak akan pernah berubah isinya, namun bagaimana dengan penafsirannya??? mengingat dunia yang semakin egois individualis ini, bisa saja muncul oknum-oknum lagi..... Jadi bagaimana seharusnya kita sebagai masyarakatnya yang Islam menyikapi hal tersebut?? Hanya karena berupaya menjadi yang paling benar namun melupakan hal yang paling fundamental bahwa kita ini satu... yaitu Islam, sebuah keluarga besar yang seharusnya bisa memberi contoh yang baik bagi bangsa yang Plural ini. Lha kalo mayoritasnya saja melempem seperti itu bagaimana dengan minoritasnya, (tapi mungkin saja mereka lebih baik dan mengerti kebodohan kita...) Apa mungkin bubarkan saja organiasasi-organisasi Islam itu biar kita menjadi satu utuh nggak terpecah-pecah, nggak usah deh membeda-bedakan untuk menjadi yang paling benar toh kalian bisa saja memutar balikkan kebenaran itu sendiri. Berbeda itu itu baik cuman perbedaan yang pernah mencapai mufakat ataupun kesepahaman itu yang berbahaya, hal tersebut mungkin akan menggerogoti tubuh bangsa ini sehingga sama-sama Islamnya saja saling menghina, apalagi yang berbeda.... Jadi mungkin mungkin sebaiknya mulai terbuka dan mencari jalan keluar secara bersama-sama nggak gugu karepe dewe (semaunya sendiri) akan membuat Islam di Indonesia semakin kuat, utuh, dan menjaid kekuatan serta contoh yang baik...
Mungkin tulisan ini menyinggung berbagai pihak namun ini skedar ungkapan yang bila disimpan akan menjadi hal tidak baik. Jadi berhubung bulan ini adalah bulan Ramadhan saya mengucapkan minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin... Happy Ramadhan..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar