Watch out

Watch out

Plural... Pluralis.. Pluralisme.

Plural artinya berbeda-beda, sesuatu yang nggak sama..
Pluralis orang-ornang yang mendukung adanya plural...
Pluralisme kan seharusnya sebuah paham yang mengakomodir perbedaan-perbedaan itu agar tidak dibeda-bedakan.. cuman ketika saya membaca berbagai sumber banyak yang mengatakan bahwa pluralisme adalah paham yang menjadi satukan perbadaan-perbedaan itu.. terlebih agama... bayangkan bila berbagai agama dan kepercayaan itu dijadikan satu kesatuan utuh,. alangkah putih atau hitamnya dunia ini??

Pluralisme, mungkin yang terpikirkan ketika pertama kali kata2 tersebut terucap oleh seorang yang islam adalah dia kafir, haram dan hal-Hal yang jelek lainnya. Ya saya islam, tapi saya nggak berpikir sejauh itu, kenapa saya harus dikatai kafir hanya dengan memghargai persamaan derajai sesama makhluk ciptaan-Nya
Meskipun kita beda keyakinan toh dia juga manusia seorang khalifah, punya peluang masuk surga (benar-benar kasian sekali mereka non -Islam yang penuh kebaikan selama hidupnya tapi nggak akan bisa masuk surga hanya gara-gara kongkalikong oleh para petinggi agamanya). Mungkin kalian warga Islam berpikir Islam ajaran yang paling benar, saya juga percaya itu, namun bukan berarti diluar Islam itu salah (begitu juga bagi agama lain, mungkin..) Wong Mulai Nabi Adam sampai Nabi Muhammad itu ajarannya g ada yg salah kok, cuman jaman saja yang terus berubah dan membutuhkan perubahan-perubahan ditengah-tengah manusia-manusia keparat ini (maaf)... Namun ketika anda berbicara bahwa pluralisme itu sebuah aliran yang menyamaratakan agama itu juga g salah, toh orang itu hanya berpendapat bukan perintah yang harus diikuti,   menyamaratakan yang dimaksud ya memperlakukan orang-orang dari bergai agama dengan sama tanpa pilih kasih, tanpa ada tedeng aling-aling dengan mengutamakan asas menghargai dan menghormati setiap hak dan kewajiban umat beragama. Namun jika anda mengartikannya bahwa semua agama itu satu dan memperlakukannya menjadi satu itu yang mulai gak bener, memang tujuannya setiap agama sama-sama menyembah atau tunduk pada suatu dzat ataupun kekuatan ataupun apapun itu namanya, namun semuanya memiliki tata cara, ataupun apapun itu didalam sebuah agama yang nggak selalu sama.... nggak bisa dipukul sama rata dong.. cuman selama perkembangan agama-agama berjalan, agama-agama tersebut berkembang ada yang sesuai alur namun juga ada yang ngawur.. tergantung bagaimana sebuah pemimpin dan umatnya mengartikan apa yang mereka imani dan yakini serta percayai.. sehingga muncul kegilaan untuk menjadi satukan semuanya..(mungkin ide itu juga muncul dari mereka yang nggak beragama)...
Yang saya tau agamaku agamaku, agamamu agamamu,.. meskipun terdengar selfish namun ya ketika menjalankan sebuah agamaku ya memakai caraku, ketika kamu menjalankan agamamu ya gunakan tata caramu... Bila ingin menggunakan tata cara agamaku masuklah ke agamaku.. dst..
Pluralisme yang baik mungkin tetap membedakan, menghargai, menghormati setiap ajaran agama maupun kepercayaan tertentu namun dalam berkehidupan di bumi ini baiknya setiap individu tidak dibedakan hak dan kewajibannya sebagai manusia...Tidak diperlakukan scara minor karena dia bukan mayor.. Setiap kelompok maupun individu yang mayor dapat merasakan nikmat yang sama dari Tuhan sesuai dengan ketentuan Tuhan pula.. dan manusia nggak berhak membatasi (apapun itu) manusia lainnya..(dalam hal yang baik tentunya..)

Kenapa harus dijadikan satu kalau dunia ini selalub erada pada tingkat keindahan yang lebih jika itu berbeda-beda... Bukankah akan semakin banyak warna yang tercipta dari perbedaan itu semakin bagus,...
..Bhineka Tunggal Ika..Unity in Diversity..


Berkaca dari penjelentrehan diatas, saya mencoba mendesain sebuah museum yang mewadahi agama-agama  yang diakui di Indonesia. Agak riskan dengan pro-kontra yang ada, saya mencoba membalutnya dengan  sejarah dan budaya... Sehingga dalam sebuah museum ini terdapat tiga perjalanan sekaligus... agama..budaya. dan sejarah..
Saya mencoba tidak menyalahkan diri saya apabila pengunjung masuk kedalam museum ini dan kemudian berpindah agama, karena saya tau hidayah itu datangnya dari yang di atas (hehehe (menghibur diri...))
Saya percaya bahwa manusia terlahir didunia ini dengan kodrat yang sama, kita hidup ditanah yang sama dan dibawah langit yang sama... hanya masalah ajaran dan kepercayaan saja yang membuat kepentingan kita menjadi berbeda-beda... sehingga ketika anda didalam (tanah) plural hall museum ini anda akan melihat langit yang sama (konsep look up) dan ketika anda berada pada masing-masing simbolisasi agama anda akan tetap dapat melihat bahwa kita semua berada di bumi yang sama (konsep look down)... 




MUSEUM PLURAL, mungkin nama itu sudah layak, karena yang saya pahami perbedaan itu tidak untuk dibeda-bedakan dan juga tidak untuk dijadikan satu kesatuan utuh....

Terima kasih..





Sayembara Ahmad Wahib 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar