Watch out

Watch out

Ego-is-Me

Ada seseorang yang selalu saja menyalah artikan apa yang didengarnya, hanya masalah omongan yang beberapa hari berturut-turut keluar dari mulutnya berbanding beberapa menit omongan yg keluar dari mulut seseorang yang lain..
Ada seseorang merasa nggak melakukan sesuatu yang tertuju pada seseorang tapi begitu seseorang itu nyablak didepannya dia merasa sangat tidak nyaman..

Ada seseorang yang katanya belajar dari rumput sampai (maaf) tai cuman nggak pernah belajar dari berbagai keburukan orang yang dikritisinya..

Ada seseorang yang terus berkata-kata membenarkan diri ataupun mencari pembenaran diri cuman selalu dari satu arah (pikirannya) tanpa pernah mau menerima apa menurut orang lain..

Ada seseorang yang suka berkata puitis, filosofis, namun.. yaa.. mungkin bisa disebut itu ungkapan kekesalan dari hati yang paling dalam..
Ada seseorang yang menurut saya lucu dan coba saja mau melihat sekitar tanpa selalu mendongakkan kepalanya.. namun ketika itu terjadi pasti nggak lucu lagi.. haha
Seseorang yang pasti ketika membaca ini akan sangat marah dan merasa tertusuk-tusuk karena ini muncul dari seseorang lain yang dianggapnya kecil, nggak tau apa-apa dan baru baru boleh menulis ini seribu tahun lagi.. padahal seperti yang ada di pola pikirnya bahwa ini untuk semua orang termasuk saya..

Saya termasuk seseorang yang suka akan keheningan, sepi.. dan jika hening ini mulai terenggut oleh seseorang terlebih karena ego seseorang saja.. saya mulai risih.. dan lucunya ketika saya baru berucap beberapa kalimat agar saya mendapatkan lagi keheningan saya malah huru-hara yang didapat.. yaa.. dikala semua orang merasa menyudutkannya, dikala otak nggak lagi bisa berpikir jernih, dikala kedewasaan menjadi pengganjal dalam menerima sebuah pendapat, dikala ego berbicara.. Yaa saya cukup egois ketika menyangkut beberapa hal, tapi saya juga merasa harus bersikap sangat lepas untuk banyak hal. Bukan karena sebuah kesenangan atau tidak kesenangan namun lebih mengarah bagaimana sesuatu itu ideal bagi saya (mungkin juga bisa disebut idealis) itu terusik dan semakin diusik..
Menurut KBBI: 
ego.. aku; diri pribadi, rasa sadar akan diri sendiri, konsepsi individu tentang dirinya sendiri
egois.. orang yg selalu mementingkan diri sendiri
egoisme.. tingkah laku yg didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri daripada untuk kesejahteraan orang lain, teori yg mengemukakan bahwa segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri

hmmm... mungkin agak lebih sederhananya adalah segala sesuatu yang berorientasi pada diri sendiri, menurut saya nggak selalu tentang untung rugi, bisa saja aman-nyaman dan lain-lain.. karena nggak semua orang egois itu mementingkan diri sendiri, cuman mungkin karena keorientasian pada dirinya membuat banyak orang memojokkannya dan dia hanya mencoba membela diri. Bisa juga karena ingin sebuah pengakuan dari orang lain akan berbagai kemampuan yang dimilikinya, bukan untuk bangga-banggaan tapi semacam ingin diterima dan diiyakan.. hanya saja sangat menyebalkan bila semua itu jadi berlebihan. Bisa juga memang sifat alamiah yang ada padanya untuk menjadi selalu yang ter-.. tanpa mau mengalah kepada orang lain, selalu berkompetisi untuk menjadi yang terbaik tapi apa iya semua orang itu ingin menjadi yang terbaik? bukannya itu yang ada dipikiran anda saja? dan beberapa orang? Orang ingin menjadi baik bukan yang terbaik dan menjadi baik berbeda dengan menjadi yang terbaik dengan mengumbar berbagai ketidak baikan orang lain dan itu kan tidak baik... Ah saya bingung masa bodoh dengan keegoisan seseorang.. diam sajalah..

Ketersesatan pikiran semakin membelit, bukan sesat karena setan, namun ketidak terbukaan otak dalam mengolah informasi semakin membuat keegoisannya menjadi-jadi. Berapa lama sudah keheningan ini terenggut? Apa harus aku lari mencari keheninganku ditempat lain dan membiarkan otaknya terus menerus merongrong kedamaian orang lain? bukannya semua ini akan berlalu ketika otaknya tidak lagi meributkan hal-hal yang sudah berlalu itu? kenapa nggak segera tersadarkan diri seakan kehormatan tergores secara bertubi-tubi semacam, peduli amat sama yang namanya kehormatan toh kehormatan itu hanya akan membawa kesengsaraan ketika tidak dihormati.. bukankah lebih baik menjadi manusia-manusia yang setia dibatas-batas kemanusiaan dan tidak melebih-lebihkan hal yang seharusnya tidak lebih? Dan lagi ketika semua itu ditambahkan dengan ketidak pedulian terhadap orang lain, terhadap keegoisan orang lain.. Hahaha.. jadi apa dunia sekitar ini.. Ada juga yang bilang ego itu dipengaruhi oleh masa-masa yang suram ketika kecil ataupun dalam perjalanan hidupnya, masa sulit yang tertancap seperti sebuah bambu pada tubuh penjajah yang mengoyak batinnya. Ya bisa juga.. hal itu dapat menyebabkan sebuah trauma luar biasa yang berkepanjangan, dan hanya dengan membuka pikiran dan hati yang terluka itu semua jadi cerah.. tapi pasti itu sulit.

Cuman gimana ya cara yang baik untuk menghadapi orang-orang macam ini.. termasuk saya.. dan jika flashback ternyata memang banyak hal yang terucap dari mulut ini lebih semacam insting yang bersatu padu dengan otak dan alam bawah sadar ketika menanggapi hal-hal berbau keegoisan seseorang.. jadi hal yang terlontar semacam memojokkan seseorang dan seakan ikut menyerang,  tapi bukan itu maksud saya.. hanya memberi perspektif lain yang diluar dari yang dipikirkan cuman biasanya berakhir dengan ledakan-ledakan yang tak kalah hebat.. yaa.. saya juga bingung mau bagaimana.. masa bodohlah karena semua yang ada di otak itu hanyalah apa yang dipikirkan seseorang yaitu saya/kita bukan hasil pemikiran dari bnyak orang dengan berbagai analisis pengalaman dan sumber-sumber lainnya sehingga lebih terbuka. Berhenti menilai bahwa orientasi ini adalah tentang saya.. saya dan saya.. lalu kalau anda.. anda dan anda kenapa? apa anda terlalu istimewa sehingga membuat orang lain harus selalu mementingkan anda? toh pak presiden saja pada suatu waktu harus ditinggalkan semua paspampresnya, toh john lennon pada akhirnya dibunuh sama fansnya, toh kita semua pada akhirnya juga meninggalkan dunia kita ini.. Dan semua yang berhubungan dengan kita akan terlupakan yang hanya bersisa akan kenangan-kenangan sebagai sebuah jembatan penghubung kehidupan dan kematian..




Jangan ambil keheningan dari hidup ini.. itulah salah satu keegoisan saya.. Ego-is-Me..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar