EMANSIPASI wanita bisa dibilang merupakan hal luar biasa yg dpelopori oleh ibu kita RA Kartini (di negara ini), namun menurut saya implementasi yg beliau ingin munculkan tidaklah seperti apa yang terjadi saat ini. Saat ini seakan-akan berbagai macam hal yang bisa ditaklukkan laki2 pasti akan bisa ditaklukkan wanita. Memang hal yang luar biasa melihat visi para wanita modern ini yang ingin terus maju dan berada didepan ini. Namun tidak seharusnya hal itu terjadi, bukankah lebih enak berada dibelakang kami dan sesekali atau bahkan berkali-kali mengarahkan kami untuk lebih baik lagi. Wanita dibelakang laki-laki itu bukan hal yang menjemukan, bukan pula maksud saya untuk merendahkan, namun posisi ini sangatlah bagus dan strategis karena saat ddepan menerima hantaman, maka yg belakang bisa berlindung dari efek hantaman itu sendiri nggak sampai langsung mengenainy, dan sangat baik sekali bila malah mau membantu menyangga agar yang didepan ini tidak terlempar ataupun jatuh tersungkur. Bukankah posisi ini sangat nyaman namun kenapa kalian tidak mau mengambilnya??
Bila ditelusuri lgi dlm diri wanita, perasaan itu menjadi hal yg dominan dimana dapat dibayangkan bila terjadi sebuah hantaman akan diperlukan waktu bangkit yang agak lama
Seharusnya sebagai kaum yg saat ini akan menguasai dunia karena jumlah mereka, mereka harus paham dengan berbagai macam kekurangan yg tidak dapat mereka tutupi, kelemahan-kelemahan yg penyelesaianny hanya dimiliki oleh para pria. Oke saya juga sangat setuju bahwa kekurangan saya sebagi laki-laki sangat banyak namun anda para wanita coba renungkan, mungkin anda bisa menjadi seorang pemimpin namun bisakah anda melaksanakan berbagai peran dalam satu waktu untuk berbagai hal yang nenunjang kepemimpinan kalian? Bisakah anda menngesampingkan perasaan anda dan mencoba untuk memutuskan ssuatu yg menurut logika anda benar? Oke dan saya juga paham bahwa perasaan seorang wanita itu istimewa, entah mengapa perasaan itu bisa selalu membawa mereka ke jalan yg lebih baik, namun perasaan itu yg bagaimana sih? Apa itu berupa bisikan-bisikan yg dterima otak ataupun tiba-tiba saja muncul dan bisa mmerintah kerja otak kita atau perasaan itu hanya omong kosong saja? namun entahlah saya juga bukan seorang wanita, pantas bila logika ini bekerja dengan keras untuk menemukan jawaban dan hasilny nihil. Dan lbh lucu lagi bila kalian para wanita jg tidak mengerti apa itu perasaan kalian mngkin mengerti namun penjelasannya bkal sulit, lama, berbelit, dan tidak pasti, saya agak yakin dg hal itu itu. Namun sudahlah saya sebagai manusia yang bisa dibilang “tidak berperasaan” sangat membutuhkan bantuan kalian para wanita dengan ketajaman perasaan kalian. “Bukankah akan lebih baik bila berpikir dengan logika dan menyelaraskannya dengan hati dari pada hanya menggunakaan salah satu saja”
Saya sebenarnya sangat senang dan tidak merasa tersaingi dengan emansipasi yang ada saat ini, malah kalau anda mau bisa saja anda mengubah dunia ini menjadi dunia penuh persaingan. Tapi sekali lagi sudahlah kembalikan semua sesuai kodratnya, hidup bergotong royong dan sebaginya sesuai dengan apa adanya. Jadi pada dasarnya perbedaan karakter seorang pria dan wanita sudah terlihat dengan jelas. Tidak cukupkah kalian dikaruniai garis-garis lengkung yang indah, dan haruskah kalian mengubahnya menjadi garis-garis lurus seperti kami kami? Garis-garis yang seharusnya memperlihatkan suatu keindahan dan kelembutan, haruskan berganti dengan garis lurus dan kaku yang lebih menandakan bahwa dunia ini hanya milik manusia perkasa? Jangan hilangkan garis-garis lengkung indah kalian, janganlah ubahlah dunia ini menjadi suatu kejemuan terhadap satu macam garis saja.
Salut beribu salut kepada kalian yang mengerti bagaimana seharusnya wanita bersikap.
Emasnsipasi yang digaungkan oleh RA Kartini bukannya agar wanita ini berpendidikan sehingga dapat medidik generasi penerusnya (ANAKNYA) untuk menjadi seseorang yang lebih baik... Sangat mengagumkan bila wanita saat ini sangat pandai, pintar, cerdas dll namun apa gunanya jika anak mereka menjadi tidak terurus dan kekurangan berbagai hal yang ia butuhkan sehingga memunculkan berbagai kegagalan dalam hidupnya...
Karena dari apa yang saya rasakan... ikatan ibu dan anak tidaklah pernah seperti ayah dan anak...
Emasnsipasi yang digaungkan oleh RA Kartini bukannya agar wanita ini berpendidikan sehingga dapat medidik generasi penerusnya (ANAKNYA) untuk menjadi seseorang yang lebih baik... Sangat mengagumkan bila wanita saat ini sangat pandai, pintar, cerdas dll namun apa gunanya jika anak mereka menjadi tidak terurus dan kekurangan berbagai hal yang ia butuhkan sehingga memunculkan berbagai kegagalan dalam hidupnya...
Karena dari apa yang saya rasakan... ikatan ibu dan anak tidaklah pernah seperti ayah dan anak...
Maaf sebelumnya bgi yang merasa tersakiti hatinya, namun bagaimana anda bisa menjadi pemimpin bila hanya dengan membaca tulisan ini anda sudah merasa tersakiti?? Jangan pernah membela diri anda dengan pernyataan2 tidak jelas dalam hati, just prove it,..
Dunia ini keras mbak, tante, jadi mari kita kembalikan dunia ini seperti apa adanya, tanpa ada saling menyakiti...................

tertarik aku dengan tulisan ini. sekarnag analisanya. benarkah wanita menginginkan emansipasi dalam benruk porsi aktivitas yg sama dg laki2? atau konstruksi sosial (yang juga melingkupi laki2 didalamnya) yg memaksanya menjadi seperti itu? ini mauk ranah2 feminisme. sebernarnya apa yg diinginkan wanita umumnya? sederhana, merubah pandangan kita2 para lelaki agar tidak memndang sebelah mata mereka. iya kan? kalau ada wanita yg berada di ruang publik pasti lebih sering direndahkan oleh laki2, krena eensinya runang publik dipandang sangat maskulin. misalnya politik. konstruksi sosial yang ada, politik adalah aktivitas yg masukulin, namun apakah kemudian wanita tidak punya kapasitas? jangan salah mas, dunia ini doigerakkan oleh persaingan wanita lho. sedikit berfilsafat alternatif, coba sampean perhatikan kalau wanita2 minta ini itu ke suaminya ya akhirnya korupsi. itu negatifnya. positif nya ambilah soal les.kalau wanita2 itu tidak minta anaknya les kayak tetangga sebelah ke tempat2 yang berkualitas gak mungkin ada cendekia2 dari Indonesia di kancah dunia. jadi dunia ini benar2 digerakkan oleh persaingan wanit. Semoga sampean paham logikanya.. ;D keep writing :D
BalasHapusWow,. Mnurut saya yg dharapkan ibu kita RA kartini kan persamaan derajat yg tidak mninggalkan kwajiban2 masing2 pria n wanita trhadap lawan jenisny, tidak dpandang sebelah mata oleh laki2 karena pada jamanny banyak dr mereka yg diinjak-injak oleh laki2 dn brbgai macam perlakuan buruk laki2 waktu itu, namun kenyataannya sampai saat ini pembuktian2 yg dilakukan para wanita itu brkembang jauh dr sebelumnya, oke dg kapasitas mereka, mreka snggup brbuat brbgai macam hal yg lbh baik dr laki2 kan hal yg luar biasa tp ekspetasi dg bgaimana harapan awal kan jauh berbeda, seakan sekarang ini mereka membuktikan bhwa mereka itu pnakluk dn sulit dtaklukkan dlm brbgai macam hal. Memang kita tidak tau mereka mnginginkannya atau tidak tp nyatanya?? Saya jg g memandang rendah mreka bahkan mnurut saya tanpa mreka mnunjukkan kkuatan2 mreka sperti saat ini saya sangat respek n memahami keberadaan2 mereka yg sangat potensial untuk mnunjang kita, n sharusnya anda n pria2 lain jg mmpunyai pndangan yg sama dg saya. It knapa kok jdulny emansipasi ini kbablasan. Nah klo sperti yg anda cntohkan laikny korupsi dan les2an kan otomatis berada diblakang kita namum perannya lbh mndominasi itu se trgntung kpasitas prianya brkmpeten atau tidak n sberapa bsar pngaruh td. In jg mnarim tnggu tlisan2 brikutnya yg brbcara ttg kompetensi seorang pria saat ini
BalasHapushahaha, sederhana ae, wanita yang dalam perspektif sampean kebablasan itu lho produk sistem sosial patriarki. ini ngomongin teoritis ilmiah, gerakan feminisme itu 2 tahap, pertama mengenai pembebasan, kedua penyetaraan. pembebasan dari apa? dari sistem yang patriarki, penyetaraan terhadap apa? terhadap pria yang mau menang sendiri. nah kalau sampean masih percaya adanya gender (peran sosial)ya jangan protes kalau emenasipasi wanita itu kebablasan, wopng semua tuntutannya aneh, wanita enggak boleh sama dg laki2. hahaha. yang sampean tulis diatas itu perspektifnya laki2, coba ah mengerti perspektif wanita. wanita itu serba susah, kalau enggak "berjuang" dia ditindas, engak dapet apa2, diremehkan. eh, saat dia bangkit katanya kebablasan. repot musuh wong lanang iki. hahaha. sekarang sing menurut ku kudu dirubah itu mindset laki2nya. terima emansipasi waniti itu sebagai politik pembebasan, bukan suatu hal yang melampaui kewajaran atau bahkan kebablasan. kalau laki2 itu ya kita2 ini sudah bisa nerimo bahwa wanita jadi tukang ojek tukang becak itu lumrah ya monggo tidak setuju sama perjuangan penyetaraannya wanita. kalau kita sudah terima dan dipimpin presiden wanita, punya atasan wanita punya "imam" wanita ya monggo ditekan perjuangan wanita itu. yang bikin para wanita itu berjuang mati2an buat sejajar dg kita laki2 ya kita sendiri yang meremehkan dan manganggap wanita itu tugasnya cuma masak manak macak. there's something to think about :D
BalasHapuswah2,. klo menyangkut politik sperti kata anda politik pembebasan semuanya bakal jadi tuntutan yg aneh dan itu sdh pasti,.
BalasHapusngene lho mas, di atas jg ws dijelaskan bkan merendahkan bahkan itu sebuah kesuksesasn tersendiri bgi wanita dg brbgai kpasitasnya, bisa melebihi pria. saya jg menjelaskan bahwa kita tidak seharusnya merasa tersaingi dsbnya. Dan dkomentar atas jg djelaskan bahwa mskipun tanpa pembuktian2 itu, kita harus menghargai wanita,.
mau g mau jg harus diterimalah wong skarang itu sudah terjadi.
trus saiki muncul pertanyaan ngene, kenapa kok wanita kudu sama dengan laki2?, apa tujuan yg ingin dicapai n sjauh mana mau mencapai tjuan itu. kalaupun sudah mentok sampai titik tertinggi tjuannya mau ngapain?? n apa yg membedakan antara pria n wanita klo mempunyai perspektif tujuan yg sama, padahal makhluknya beda??
kodrat mas,. yg ingin saya munculkan iku baliklah ke kodrat kita masing2 sebgai pria dan wanita seutuhnya,.....
dan akan sangat membanggakan bila mereka ngerti kodratnya sambil melakukan hal2 yg mereka lakukan saat ini
kodrat mas,. yg ingin saya munculkan iku baliklah ke kodrat kita masing2 sebgai pria dan wanita seutuhnya,.....
BalasHapusdan akan sangat membanggakan bila mereka ngerti kodratnya sambil melakukan hal2 yg mereka lakukan saat ini (dewantara, 2011). ini kodrat yang gimana? kodrat wanita itu cuma empat, lahir mati, melahirkan dan menyusui. lainnya yang dibilang kodrat itu cuma iso2 ne wong2 ae (baca : hasil generalisasi konstruksi sosial). Gender (peran sosial) wanita di Indoensia itu beda sama wanita di Eropa sana mas. kodrat itu tergantung formasi budaya yang meligkupi wanita tsb. jadi jangan bilang mau mengembalikan ke kodrat nya kalau kodrat itu sendiri gak pasti. :D aku lebih seneng nyebutnya wanita itu kudu ngerti hak dan kewajibannya dalam konteks berkeluarga dan bermasyarakat. nah beda lagi kalau gini. dia sebagai ibu dalam kelaurga tahu kudu ngapain, dia sebagai bagaian dari amsyarakat tahu kudu ngapain, dadi bukan kodrati ngunu. :D
y klo msalah kata yg dipakek maaf, ilmu yg kita pelajari mempunyai gap yg sangat jauh, jd klo ada ktidaktepatan kata2 y mohon maaf.
BalasHapusgini ae ws ,sbenarnya mudah ae
knapa harus diciptakan pria dan wanita itu tentu ada maksud dan tujuan serta bukan tanpa alasan. klopun pada akhirnya kita harus kembali sama saja y percuma donk dulu diciptakan berbeda???
lho? yg membedakan wanita dan pria itu cuma penis, rahim,kelenjar susu. kalau secara psikis aku gak percaya kalau pria itu gini2 dan wanita itu gitu2, tergantung lingkungan "budaya" yang membentuknya. kalau aku pribadi se simpel ae, selama mempunyai kapasitas dan kapabilitas ya silahkan saja mengambil peran terlepas itu pria atau wanita. kenapa? soalnya banyak lho sekarang pria2 yg enggak bisa melaksanakan fungsi kepriaannya dan wanita yang kurang bisa menggenapkan perannya. :) selama mereka mampu dan amu ya bagi saya ndak maslah.
BalasHapusLHO, klo secara psikis ae kita sudah dibedakan knapa scara hal2 yg terpengaruh oleh psikis kita malah disamakan?? Msak anda g prnah merasakan ada prbdaan lain seain it, sperti knapa walopun sudah dwasa cewek tetep ae mnangis sdangkan pra cowok brusaha tegar dg tidak meneteskan air matanya (secara global it trjdi pda pria n wnita pda umumnya baik orang amerika or orang jombang dn it spertinya trlepas dr pngaruh budaya ataupun masyarakat sosialny),
BalasHapusdan kalopun para lelaki memang sdh tidak bisa diandalkan it yg harus dperbaiki wong kita ini kan pmimpin mskipun it dmulai dr keluarga, bukan malah bertepuk tangan dengan berbgai perubahan yg telah terjadi pda wanita dan kita hanya diam termenung tanpa ada suatu tindakan.Dan menurut saya memang g masalah klo cewek itu berperadapan tinggi tp klo cewek ae bisa berperadaban tinggi knapa para lelaki nggak bisa, malah seharusnya kan lebih tinggi, mngingat perjalanan pria n wanita yg dri dulu "kdudukanny" lbh tinggi pria,.
monggo dikomentari malih,...